Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Keretaapi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keretaapi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 November 2018

SISTEM DRAINASE JALAN REL KERETA API




SISTEM DRAINASE JALAN REL KERETA API



DRAINASE JALAN REL

 Didefinisikan sebagai sistem pengaliran/pembuangan air di suatu daerah jalan rel, baik secara gravitasi maupun dengan menggunakan pompa, agar tidak sampai terjadi genangan air.
Terdapat 3 (tiga) jenis drainase jalan rel yaitu:

a.Drainase permukaan (surface drainage)
b.Drainase bawah permukaan (sub-surface drainage)

c.Drainase lereng (slope drainage)



DRAINASE PERMUKAAN

 Drainase permukaan bertujuan untuk mengalirkan atau membuang air yang ada dipermukaan tanah. Perencanaan dan perancangan drainase permukaan dipengaruhi oleh keadaan topografi. Terdapat 2 (dua) jenis drainase permukaan, yaitu:

a.Drainase memanjang (side-ditch)
b.Drainase melintang (cross-drainage)

Kemiringan saluran drainase dan kecepatan aliran pembuangan air yang terjadi harus tidak menimbulkan kerusakan saluran dan tidak menyebabkan endapan di saluran drainase.




Kemiringan saluran drainase dan kecepatan aliran pembuangan air yang terjadi harus tidak menimbulkan kerusakan saluran dan tidak menyebabkan endapan di saluran drainase.




Besarnya debit air yang harus dibuang dengan sistem drainase permukaan bergantung pada :

a)Luas daerah yang aliran airnya akan menuju jalan rel
b)Intensitas hujan daerah setempat
c)Koefisien pengaliran daerah setempat
 Untuk perancangan saluran melintang dan gorong-gorong pada jalan rel perlu memperhatikan persyaratan sebagai berikut :
a)Pertemuan antara saluran melintang dan memanjang harus dipasang bak penampung tanah (sand trap)
b)Agar mudah dalam pemeliharaan, minimum ukuran diameter atau alas saluran adalah 60 cm

c)Tidak boleh terjadi kebocoran atau rembesan air, karena dapat melemahkan badan jalan rel dibawah saluran. 


DRAINASE BAWAH PERMUKAAN

 Drainase bawah permukaan bertujuan untuk menjaga elevasi air tanah agar tidak mendekati permukaan tanah tempat badan jalan rel berada.
 Sesuai dengan maksud dan tujuannya, pada badan jalan rel berupa permukaan asli dan galian, ketebalan bagian jalan rel setebal minimum 75 cm dari dasar balas harus selalu dalam keadaan kering.






Konstruksi drainase bawah permukaan biasanya berupa pipa berlubang yang diletakkan diatas lapisan pasir setebal ≥ 10 cm, kemudian secara berurutan diatasnya dihamparkan kerikil dengan ketebalan ≥ 15 cm, diatas lapisan kerikil tersebut dihamparkan bahan kedap air Beberapa data yang diperlukan untuk perencanaan dan perancangan drainase bawah permukaan adalah :

a)Elevasi muka air tanah pada saat musim penghujang
b)Koefisien permeabilitas tanah setempat
c)Elevasi dan kemiringan lapisan kedap air yang ada




DRAINASE LERENG

 Drainase lereng jalan rel dibuat dengan maksud dan tujuan berikut :

a)Sebagai upaya untuk mencegah agar air permukaan yang berasal dari punggung lereng tidak mengalir secara deras, karena aliran deras mengakibatkan gerusan pada permukaan dan kaki lereng
b)Mencegah terjadinya rembesan air dari permukaan lereng kedalam badan jalan rel, karena rembesan yang terjadi dapat menyebabkan lereng longsor secara mendadak dan atau memperlemah badan jalan rel



Terdapat 4 (empat) jenis drainase lereng, yaitu :

a)Selokan punggung, berupa saluran terbuka yang memanjang di punggung lereng
b)Selokan tengah, berupa saluran terbuka yang memanjang di tengah lereng
c)Selokan penangkap, berupa saluran terbuka yang memanjang di kaki lereng, dan
d)Drainase kombinasi, yaitu kombinasi antara drainase tegak lurus dan drainase miring.







DRAINASE EMPLASEMEN

 Kondisi spesifik terjadi di emplasemen, yaitu terdapat banyak jalur (track) yang berdampingan. Untuk mendapatkan pembuangan air yang baik dapat dibuat saluran terbuat dari pipa dengan dinding berlubang-lubang. Pada gambar dibawah ini tiap-tiap track di bawahnya dipasang saluran drainase.



Sedangkan untuk penggunaan satu saluran drainase untuk fasilitas drainase 2 (dua) buah track yang berdampingan dapat dilihat pada gambar berikut :



Sekian tulisan dari saya, semoga bermanfaat, terimakasih.

Wasaalamuallaikum warahmatullahi wabarakatuh.
































kereta api. drainase kereta api. irigasi air. drainase jalan rel. irigasi jalan rel kereta api. pengairan kereta api. sistem drainase jalan rel kereta api.sistem drainase jalan rel kereta api.sistem drainase jalan rel kereta api.sistem drainase jalan rel kereta api.sistem drainase jalan rel kereta api.sistem drainase jalan rel kereta api.sistem drainase jalan rel kereta api.sistem drainase jalan rel kereta api.sistem drainase jalan rel kereta api.sistem drainase jalan rel kereta api.sistem drainase jalan rel kereta api

Ruang Bebas dan Ruang Lengkung Kereta Api



Ruang Bebas dan Ruang Lengkung Kereta Api

A.   RUANG BEBAS

Ruang bebas adalah ruang diatas sepur yang senantiasa harus bebas dari segala rintangan dan benda penghalang, ruang ini disediakan untuk lalu lintas rangkaian kereta api. Ukuran ruang bebas untuk jalur tunggal dan jalur ganda, baik pada bagian lintas yang lurus maupun yang melengkung, untuk lintas elektrifikasi dan non elektrifikasi, adalah seperti yang tertera pada gambar berikut. Ukuran-ukuran tersebut telah memperhatikan dipergunakannya gerbong kontainer/ peti kemas ISO (Iso Container Size) tipe “Standard Height”

Ruang Bebas Pada Jalur Lurus


Ruang Bebas Pada Jalur Lengkung





Ruang Bebas Pada Jalur Ganda


Ruang Bebas Pada Lengkung Ganda




RUANG BEBAS
UNTUK UTILITAS UMUM


RUANG BEBAS
UNTUK TOWER TEGANGAN TINGGI

B.   RUANG BANGUN

Ruang bangun adalah ruang disisi sepur yang senantiasa harus bebas dari segala bangunan tetap seperti antara lain tiang semboyan, tiang listrik dan pagar. Jarak ruang bangun tersebut ditetapkan sebagai berikut :
 a. Pada lintas bebas : 
     2,35 sampai 2,53 m di kiri kanan sumbu sepur.
 b. Pada emplasemen : 
     1,95 m sampai 2,35 di kiri kanan sumbu sepur.
 c. Pada jembatan :
     2,15 m di kiri kanan sumbu sepur.



Jumat, 23 November 2018

Klasifikasi Kereta Api Berdasarkan Letak/Posisi

Klasifikasi Kereta Api Berdasarkan Letak/Posisi

1.Kereta Api Permukaan (surface)


 Kereta api permukaan berjalan di atas permukaan tanah. Biaya pembangunan jalur kereta permukaan adalah yang termurah dan umum digunakan di berbagai negara.

2.Kereta Api Layang (elevated)


 Kereta api layang berjalan diatas tanah pada ketinggian tertentu dengan bantuan tiang/pilar. Hal ini untuk menghindari persilangan sebidang agar tidak memerlukan pintu perlintasan kereta api.

3. Kereta Api Bawah Tanah (subway)
Kereta api bawah tanah adalah kereta api yang berjalan di bawah permukaan tanah. Biaya yang dikeluarkan sangat mahal sekali, karena sering menembus 20m di bawah permukaan tanah, sungai, bangunan maupun jalan.


sekian tulisan saya,semoga bermanfaat  😁😁
wassalamuallaikum warahmatullahi wabarakatuh





kereta api. surface. elevated . subway . Kereta Api Bawah Tanah.Kereta Api Layang.Kereta Api Permukaan. macam macam kereta berdasarkan posisi. macam macam kereta berdasarkan letak. kereta api. kereta api. kereta. api. 

Macam-macam Kereta api berdasarkan sistem propulsinya

Macam-macam keretaapi berdasarkan propulsinya (tenaga pengerak) :

1.Kereta Api Uap
merupakan cikal bakal mesin dari kereta api. Uap yang dihasilkan dari pemanasan air yang terletak di ketel uap yang mengunakan bahan bakar kayu atau batubara yang digunakan untuk menggerakan torak atau turbin kemudian disalurkan ke roda.

2.Kereta Diesel Mekanis
Menggunakan mesin diesel sebagai sumber tenaga yang kemudian ditransfer ke roda melalui transmisi mekanis. Lokomotif ini biasanya bertenaga kecil dan sangat jarang digunakan karena keterbaasan kenanpuan dari transmisi mekanis untuk mentransfer daya.

3.Kereta Diesel Elektrik
Merupakan lokomotif yang paling banyak populasinya. Mesin diesel dipakai untuk memutar generator agar mendapatkan energi listrik. Listrik tersebut dipakai untuk menggerakkan motor listrik besar yang langsung menggerakkan roda.

4. Kereta Diesel Hidrolik
Lokomotif ini menggunakan tenaga mesin diesel untuk memompa oli dan selanjutnya disalurkan ke perangkat hidrolik untuk menggerakkan roda. Lokomotif ini tidak sepopuler lokomotif diesel elektrik karena perawatan dan kemungkinan terjadi problem sangat tinggi.

5.Kereta Rel Listrik
Prinsip kerjanya hampir sama dengan lokomotif diesel elektrik, tapi tidak menghasilkan listrik sendiri. Jangkauan lokomotif ini terbatas hanya pada jalur yang tersedia jaringan transmisi listrik penyuplai tenaga.

6.Kereta Maglev(magnetically levitated trains)
Seperti namanya, prinsip kerja dari keretaapi ini adalah memanfaatkan magnet untuk mengangkat dan mendorong kereta api ini. dengan memanfatkan gaya magnet untuk mengangkat keretaapi dari rel nya maka gaya gesek yang dihasilkan sangat minim atau tanpa gaya gesek, karena itu kereta api maglev bisa melaju hingga 600 km/h

cukup sekian tulisan yang saya buat, semoga bermanfaat
wassalamuallaikum warahmatullahi wabarakatuh




keretaapi. kereta api. macam macam keretaapi.macam kereta api. jenis jenis kereta api. propulsi keretaapi, sistem propulsi kereta api. kereta api. kereta listrik. kereta uap. transmisi kereta api. pengertian kereta api.